Contoh Khutbah Jumat dan Cara Penyampaiannya

Contoh Khutbah Jumat dan Cara Penyampaiannya

Bagi umat Islam, hari jumat merupakan hari yang baik. Ketika hari jumat tiba, umat Islam harus memiliki niat sholat jumat di masjid karena merupakan kewajiban. Shalat jumat sendiri hanya dilakukan satu kali dalam seminggu dengan berbagai judul dan contoh khutbah jumat tentunya. Di dalam pelaksanaannya, shalat jumat dilakukan sebanyak dua rakaat secara berjamaah. Namun sangat dianjurkan untuk memiliki niat shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah melaksanakan sholat jumat. Hukum shalat jumat sendiri adalag fardhu ain untuk laki-laki, berada dalam kondisi yang sehat, merdeka dan mukallah. Shalat jumat tidak diwajibkan kepada anak kecil, perempuan, musafir, orang-orang yang sakit dan mereka yang bersembunyi dari penguasa yang zalim.

Berbeda dengan shalat fardu atau shalat sunah yang dilaksanakan di masjid, shalat jumat dikerjakaan setelah khatib memberikan khutbah. Khutbah shalat jumat merupakan bagian dari rukun shalat jumat. Di dalam penyampaikan khutbah shalat jumat, khutbah dibagi menjadi dua sesi. Ketika kita mendengarkan khutbah, ada banyak materi yang banyak digunakan. Kita bahkan dapat melihat beberapa contoh khutbah jumat di internet yang banyak dibahas.

Syarat Khutbah Jumat

contoh khutbah jumat

Sebelum kita membahas mengenai contoh khutbah shalat jumat, simak terlebih dahulu mengenai syarat khutbah shalat jumat di bawah ini:

  1. Khatib harus berkelamin laki-laki
  2. Khatib yang menyampaikan khutbah harus bersih dari najis besar dan najis kecil
  3. Khatib harus menutupi auratnya dengan baik
  4. Jika mampu, khatib diwajibkan untuk berdiri ketika menyampaikan khutbah
  5. Khutbah diberikan ketika waktu zuhur datang dan setelah azan kedua shalat jumat
  6. Isi khutbah pertama dan isi khutbah kedua harus didengar dengan baik setidaknya oleh 40 jamaah
  7. Khatib diwajibkan untuk duduk sebentar sebelum memberikan khutbah kedua
  8. Baik khutbah pertama dan kedua harus diberikan secara berurutan
  9. Rukun khutbah disampaikan dengan menggunakan bahasa Arab

Tata Cara Khutbah Jumat

contoh khutbah jumat

Semua ibadah memiliki cara pelaksananna, seperti tata cara sholat hajat bahkan termasuk juga tata cara khutbah jumat. Jika kita membahas mengenai contoh khutbah jumat, kita tentunya akan dijelaskan pula mengenai cara yang baik di dalam menyampaikan khutbah shalat jumat. Cara menyampaikan khutbah jumat harus sesuai dengan tata cara yang telah disunahkan oleh agama Islam. Cara dalam menyampaikan khutbah sendiri merupakan cara yang sebelumnya telah dilakukan oleh Rasul. Berikut ini merupakan cara menyampaikan khutbah yang disunahkan oleh agama Islam:

  1. Khatib akan berdiri di mimbar atau tempat-tempat yang lebih tinggi. Khatib selanjutnya akan mengucapkan salam . Mengucapkan salam ketika akan memulai khutbah merupakan hal-hal yang dianjurkan. Menurut HR Ibnu Majah, mengucapkan salam setelah naik mimbar merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah.
  2. Duduk hingga azan selesai dan tidak lupa untuk menirukan suara azan. Khatib diwajibkan untuk mendengarkan suara azan dan menirunya hingga suara azan selesai dikumandangkan.
  3. Khatib kemudian berdiri untuk memberikan khutbah. Sebelum memulai khutbah, khatib harus mengucapkan kalimat hamdalah, syahadat, sanjungan yang dipanjatkan kepada Allah SWT, shalawat dan bacaan ayat taqwa.
  4. Khatib yang berdiri harus menghadap ke arah jamaah shalat jumat. Posisi berdiri khatib sangat dianjurkan untuk dilakukan. Jika khatib sakit hingga tak mampu untuk berdiri, khutbah shalat jumat dapat dilakukan dalam posisi duduk.
  5. Khatib harus duduk sejenak setelah menyampaikan khutbah jumat pertama. Setelah duduk, khatib dapat langsung menyampaikan khutbah shalat jumat yang kedua.
  6. Di dalam menyampaikan khutbah shalat jumat, khutbah hendaknya dilakukan dalam waktu yang singkat. Khutbah shalat jumat tidak boleh diberikan selama durasi shalat jumat berlangsung.
  7. Di dalam menyampaikan khutbah shalat jumat. khatib harus menyampaikannya dengan fasih dan dengan suara yang lantang. Hal tersebut dilakukan agar jamaah shalat jumat dapat mendengarkan dengan baik akan isi khutbah yang disampaikan.
  8. Khutbah yang selesai diberikan hendaknya dilengkapi dengan permintaan ampunan kepada Allah. Kalimat ampunan juga dapat diterapkan pada khutbah shalat jumat kedua.

Sesuai dengan tata cara yang disunahkan dalam penyampaian khutbah shalat jumat, kita dapat mengetahui bahwa khutbah shalat jumat harus disampaikan dengan singkat dan tidak boleh melebihi waktu pelaksanaan shalat jumat. Karena khutbah shalat jumat memiliki peranan yang sangat penting di dalam pelaksanaan shalat jumat, sudah menjadi hal wajib bagi kita untuk menyimak khutbah-khutbah yang diberikan oleh khatib.

contoh khutbah jumat

Contoh Khutbah Jumat

Di bawah ini merupakan contoh khutbah jumat singkat yang sering kita dengarkan:

Contoh Khutbah Jumat 1

Assamualaikum Warrahmatullahi Wabarakattuh. Saudaraku, jamaah shalat jumat yang diberikan rahmat dan kemuliaan oleh Allah. Khatib di sini ingin menyampaikan kepada kalian semua untuk meningkatkan ketakwaan dan keyakinan kepada Allah SWT.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan ketakwaan adalah dengan mengiklaskan amal baik yang pernah kita lakukan. Mengharapkan ridho dari Allah dan tidak mengharapkan ridho dari makhluk lainnya merupakan keputusan paling tepat yang dapat kita lakukan. Allah akan memberikan pahala kepada kita atas amal baik yang kita lakukan.

Di masa ini, kita akan dihadapkan oleh harta, pujian dan kedudukan. Orang hebat dapat membawa namanya ke seluruh pelosok tanah air. Orang sukses merupakan orang yang kaya akan harta, kekuasaan dan kedudukan. Agar kita tidak tertipu dengan kemuliaan tersebut, kita harus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Semoga Allah akan menjaga hati kita agar selalu iklas dan mendorong kita untuk melaksanakan amal yang baik.

Contoh 2

Assamualaikum Warrahmatullahi Wabarakattuh. Jamaah shalat jumat yang dikasihi oleh Allah, taqwa merupakan kata yang sering kita dengar di dalam kehidupan sehari-hari.Menurut ulama, ketakwaan kita dapat dinilai dari kepatuhan kita dalam menjalankan segala perintah Allah dan menjauhkan segala macam larangannya.

Bagi umat Islam yang menjalankan perintah Allah SWT, orang tersebut akan mendapatkan pahala sedangkan bagi umat Islam yang tidak menjalankan perintah-Nya dengan baik akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Allah maha adil, tidak lalai dan tidak tidur.

Allah hanya akan menunda pahala atau ganjaran pada waktu-waktu yang tepat. Ganjaran yang baik akan diberikan jika umat Islam melakukan sedekah, mengaji, mengerjalan shalat dan membayar zakat.

Contoh 3

Assamualaikum Warrahmatullahi Wabarakattuh. Seorang muslim yang baik seharusnya mengambil hikmah ketika bulan Ramadhan tiba. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dimana pahala-pahala besar dapat kita dapatkan dengan mudah. Ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan akan memberikan pahala yang berlipat-lipat. Pahala shalat sunah memiliki pahala yang senilai dengan shalat wajib. Shalat wajib akan memberikan dampak yang berlipat hingga berulang kali.

Dengan banyaknya pahala yang dapat kita peroleh, kita sebaiknya melakukan banyak amalan ketika bukan Ramadhan tiba. Tidak hanya akan mendapatkan pahala yang berlipat, kita juga dapat mengambil kesempatan tersebut untuk dekat kepada Allah. Allah akan memberikan perhatian yang berlebih kepada umatnya yang menjalankan perbuatan atau amal baik.

Umat Islam akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT selama mereka menjalankan perbuatan baik di bulan Ramadhan. Di dalam bulan Ramadhan, baik makan dan tidur dianggap merupakan pekerjaan yang baik dan dapat mendatangkan pahala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *